‘Halte Pondok Terong’ dan ‘Stasiun Citayam’ di Desa Pondok Terong: Peristiwa Tabrakan Kereta di Desa Ratu Jaya

Tabrakan Kereta di Ratu Jaya 1993

Pada tanggal 2 November 1993 terjadi tabrakan kereta di Ratu Jaya—suatu lintasan/jalur kereta api antara stasiun Depok dan Halte Pondok Terong. Pada masa itu jalur Depok menuju Kota Bogor masih menggunakan jalur tunggal. Kecelakaan ini mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban meninggal*

Peristiwa ini berawal dari misinformasi antara Stasiun Depok dan Stasiun Citayam. Pada waktu itu, Stasiun Citayam memberangkatkan kereta KRL ekonomi tujuan Jakarta tanpa mengabari Stasiun Depok dan sebaliknya Stasiun Depok juga telah memberangkatkan kereta KRL ekonomi menuju Bogor tanpa mengabari Stasiun Citayam. 

Lantas mengapa Halte Pondok Terong tidak berperan? Hal ini karena Halte Pondok Terong tidak bisa memberangkatkan kereta, karena halte ini tidak memiliki rel lain untuk langsir maupun untuk parkir. Pada waktu itu Stasiun Citayam dan Stasiun Depok masing-masing sudah memiliki rel langsir/parkir sebagai pertanda status pemberhentian kereta sebagai stasiun. Oleh karena itu kedua stasiun tersebut otomatis memiliki tanggungjawab untuk mengabari pergerakan kereta ke stasiun berikutya. 

Setelah peristiwa kecelakaan itu, setahun kemudian pada tahun 1994 rel tunggal Depok-Bogor dibuat menjadi rel ganda. Sementara jalur Depok-Jakarta sudah sejak awal 1980an dibuat rel ganda sehubungan dengan semakin banyaknya calon penumpang di Depok. Peningkatan penumpang ini semakin dirasakan sehubungan dengan selesainya dibangun perumnas Depok di akhir 1970an. Pembangunan rel ganda ini juga bersamaan dengan pembangunan Stasiun Depok Baru yang dintegrasikan dengan pembangunan terminal bis Depok.

Stasiun Citayam di Pondok Terong Depok (foto: internet)
Adanya pembangunan rel ganda (setelah peristiwa tabrakan kereta di Ratu Jaya) menyebakan Halte Pondok Terong terpaksa digusur atau dilikuidasi. Bagaimana bisa tergusur? Rel tambahan ini dibuat antara rel lama dengan jalan raya pada ruas jalur kereta antara Stasiun Depok dengan Stasiun Citayam. Kebetulan halte ini berada tepat di lokasi jalur/rel baru itu dibangun. Sejak itu, halte yang sering disebut masyarakat sebagai Pos Pondok Terong hilang dari sejarah. Dimanakah posisi Pos Pondok Terong ini? Halte ini secara administratif berada di Desa Pondok Terong dan secara ekonomi dan bisnis berada persis di depan SPBU Citayam yang sekarang. 
Pintu Perlintasan Kereta di Pondok Terong (dekat SPBU)

Hal yang sama terjadi dengan rel langsir/parkir yang terdapat di Stasiun Citayam yang juga tergusur dengan adanya pembuatan rel ganda ini. Namun demikian, rel ganda sendiri memang sudah secara otomatis dapat digunakan untuk langsir. Dengan demikian rel langsir dapat digatikan oleh rel ganda. 

Lalu, dimana lokasi Stasiun Citayam berada. Stasiun Citayam sendiri sesungguhnya berada di Desa Pondok Terong. Ini berarti bahwa sebelum adanya rel ganda, di Desa Pondok Terong terdapat dua pemberhentian kereta api. Ini sangat jarang terjadi, kecuali di Desa Pondok Terong.

Pertanyaannya? Mangapa Halte Pondok Terong didirikan, padahal jaraknya hanya sekitar satu kilometer dari Stasiun Citayam? Halte Pondok Terong dibangun karena sejumlah alasan di masa lalu, diantaranya adalah:
  • Peristiwa politik yang terjadi setelah Perang Kemerdekaan. Daerah Pondok Terong adalah pusat gerilya yang dikomandoi oleh Tole Iskandar. Tole Iskandar adalah ‘Panglima Citayam’ yang bertempat tinggal di Kampung Ratu Jaya—tidak jauh dari Pos Pondok Terong.
  • Pondok Terong adalah sebuah kampung asli (lama) tempat dimana situs masjid Al-Ittihad dan Makam Raden Sungging berada.
  • Pondok Terong adalah salah satu pusat pertanian di daerah Citayam dimana halte ini selain dimaksudkan untuk penduduk Desa Pondok Terong dan Desa Ratu Jaya juga berfungsi untuk pos mengangkut hasil-hasil pertanian di daerah Citayam untuk dijual ke Jakarta.
*Dikompilasi oleh AMH dari berbagai sumber: http://charleskkb.blogspot.com
_______
*Peristiwa kecelakaan ini terjadi pada pagi hari. Kereta dengan rangkaian 8 gerbong dari Citayam penuh penumpang, sementara kereta dari Depok terbilang kosong. Kejadian persis terjadi di sekitar tikungan Ratu Jaya (masing-masing masinis dari jauh tidak saling melihat, baru setelah dekat kedua belah pihak saling menyadari. Dan, tabrakan pun terjadi, Kereta yang dari Depok yang lebih ringan (penumpang nyaris kosong) remuk dan terangkat ke atas. Kereta yang dari Citayam yang penuh ketika tiba-tiba berhenti karena tabrakan, penumpang terdesak ke depan sehingga penumpang yang berada di di bagian depan setiap gerbong terhimpit dan yang berada di pintu terpental ke luar. Terhimpit dan terpental inilah diduga yang menyebabkan adanya korban meninggal [seorang teman sekantor mengisahkan kembali kejadian yang dialaminya]

4 komentar:

  1. Diceritain temen klo deket rumah (pondok terong) pernah ada kejadian ini.

    BalasHapus
  2. Oada sejarahnya jugaaa citayem :) mantap gans infonya

    BalasHapus