Sejarah Bandung (10): Konstruksi Jembatan; Teknologi Bambu vs Teknologi Beton dan Teknologi Baja



Overpass Pelangi, Antapani, Bandung 2017
Baru-baru ini Kota Bandung mendapat kesempatan pertama di Indonesia untuk penerapan teknologi mortar busa untuk pembangunan jembatan. Cirinya, konstruksi dibuat melengkung. Meski begitu, hasilnya efisen secara teknis dan juga efisien secara ekonomis. Secara teknis tampak lebih kuat karena konstruksi penahan jembatan dibuat melengkung (arch construction) dan secara ekonomis menyebabkan hemat bahan yang membuat biaya pembuatan lebih murah.

Penggunaan teknologi mortar busa ini dilakukan pada jembatan overpass ‎Pelangi Antapani, Bandung yang pengoperasiannya baru dilakukan beberapa hari yang lalu. Sementara arch structure  sendiri banyak diterapkan untuk pembuatan konstruksi berbahan beton dan berbahan baja baik pada jembatan maupun kontruksi lainnya seperti atap dan pipa minyak. Pendekatan arch ini dicapture dan dipopulerkan oleh restoran cepat saji McD (McDonald’s).

Teknologi Bambu

Jembatan bambu di atas sungai Citarum, Bandung, 1893
Jauh sebelum teknik lengkungan digunakan secara modern dalam berbagai kontruksi bangunan (jembatan, gedung dan sebagainya), nenek moyang kita sudah memikirkan dan menerapkannya.Teknologi bamboo jembatan lengkung ditemukan di banyak tempat dan yang paling terkenal adalah jembatan teknologi bamboo di atas sungai Cisadane di Buitenzorg (Bogor) dan di atas sungai Tjitaroem di Bandoeng.

Jembatan bambu di atas sungai Cisadane, Bogor, 1890
Jembatan bamboo dengan teknologi lengkung adalah suatu kearifan local, yang mempertemukan kecerdasan penduduk local dengan ketersediaan bahan baku berkat anugerah alam. Kearifan local yang ditemukan di Buitenzoeg dan Bandoeng membuat orang-orang Eropa/Belanda terkagum-kagum sehingga mereka mengabadikannya berulang-ulang dalam bentuk lukisan dan foto. Dokumen tertua yang saya temukan di Bogor bertarikh 1890, sedang yang tertua di Bandoeng bertarikh 1893.

Jembatan Merah di Buitenzorg, 1880
Ini menunjukkan di Bandung, jembatan teknologi bambu sudah lebih dari 100 tahun yang lalu diterapkan oleh penduduk yang bersahaja dalam pembuatan jembatan. Jembatan Pelangi Antapani adalah suatu prestasi masa kini, namun jangan lupa di masa lampau juga ada prestasi para penduduk dalam urusan membuat jembatan. Dalam pembuatan jembatan Merah di Buitenzorg (Bogor) yang bertarikh 1880 kita tidak tahu siapa yang meniru siapa, apakah Belanda meniru kearifan local atau penduduk di Buitenzorg dan Bandung meniru Belanda.



*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar