Senin, 27 Februari 2017

Sejarah Bandung (32): Bandoeng Vooruit! Mooi Bandoeng; Dari Bandung, Oleh Bandung, Untuk Bandung

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bandung dalam blog ini Klik Disini

Kawah gunung Tangkoeban Prahoe (1900)
Wali Kota Bandung sangat menyadari bahwa Kota Bandoeng harus dikembalikan ke awal: Kota yang Indah dan Nyaman. Wali Kota yang enerjik ini juga ingin ‘marwah’ Kota Bandung perlu direcall melalui pentingnya sejarah. Seperti kata orang Bogor: ‘Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga’. Untuk membangkitkan ‘batang tarandam‘ tersebut Wali Kota juga menekankan pentingnya partisipasi warga. Dengan demikian Wali Kota tidak bisa sendiri, harus ‘total footbal’: semua harus maju tetapi juga semua harus bisa melihat ke belakang.

Semangat serupa inilah yang pernah muncul pada tahun 1925 di Bandoeng dimana sejumlah orang memprakarsai didirikannya klub pecinta Bandoeng dengan nama Vereeniging Bandoeng Vooruit (Sarikat Bandung Maju). Klub ‘sadar kota’ ini adalah seperti klub-klub social lainnya, seperti Societeit Concordia, klub Paroekoenan. Namun klub Bandoeng Vooruit lebih focus pada upaya promosi kota agar kunjungan para wisatawan lebih meningkat lagi.

Nama sarikat serupa ini juga muncul di sejumlah kota, seperti Vereeniging Brastagi Vooruit werd door de Landschappen in de Karolanden (De Sumatra post, 12-03-1926). Soekaboemi vooruit. Koetaradja vooruit dan lainnya. Di lua negeri juga ditemukan seperti Nijmegen Vooruit (Haagsche courant, 30-08-1933).

Vereeniging Bandoeng Vooruit

Pada tanggal 17 Februari 1925 di Bandoeng berkumpul sejumlah orang yang memiliki minat yang sama untuk mempromosikan Bandoeng. Promosi dalam hal tidak hanya keluar (ke tempat jauh) juga promosi ke dalam (semua lapisan masyarakat). Pengurus klub Bandoeng Vooruit termasuk Wali Kota Reitsma dan Wakil Wali Kota Biezeveld.  

Het nieuws, 18-02-1925
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 18-02-1925: ‘Bandoeng Vooruit!: Konstituante dari Bandoeng Vooruit dihadiri oleh walikota dan beberapa anggota dewan. Diangkat sebagai pengurus (bestuur) Reitsma, Hoogland, Poldervaart, De Vroom dan Biezeveld. Tujuannya adalah promosi kepentingan Bandoeng bagi wisatawan asing dari jauh’.

Program pertama Bandoeng Vooruit adalah untuk membuka akses jalan menuju ke kawah gunung Tangkoeban Prahoe. Untuk mendukung program ini anggota Dewan Kota memberikan hibah kepada sarikat promosi Bandung ini sebesar f500 (De Indische courant, 26-03-1925). Bandoeng Vooruit juga telah meristis jalan di gunung Pawon (Bataviaasch nieuwsblad, 30-03-1925). Gunung ini terkenal karena di gua-gua terdapat sarang kelelawar. Dalam upaya membuka akses mabil ke Prahoe Bandoeng Vooruit berkonsultasi dengan militer (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie,       13-04-1925). Upaya mereka untuk melobi terus militer akhirnya mendapat dukungan. Lantas MOU antara Bandoeng Vooruit dan angkatan darat dibuat (De Telegraaf, 08-09-1925).

Bataviaasch nieuwsblad, 23-01-1926
Bandoeng Vooruit telah sadar menawarkan keindahan Kota Bandung baik bagian dalamnya maupun bagian luarnya. Sebuah pengakuan ditemukan pada surat kabar Bataviaasch nieuwsblad, 23-01-1926: ‘Bandoeng vooruit! Tentu saja, Sir Hesketh Bell gembira akan diizinkan untuk tinggal di Bandung. Mr Bell memberi apresiasi tentang Bandung yang dia anggap taman kota lebih dari kota-kota lain sejauh yang pernah dikunjunginya. Bandung memiliki sangat banyak bagian kota yang indah. Dia menemukan sebuah kota yang menyenangkan. Dia menambahkan Kota Bandoeng sangat tenang.

Bataviaasch nieuwsblad, 22-03-1929
Namun demikian, upaya Bandoeng Vooruit tidak selalu mulus. Dalam rangka pembangunan jalan menuju Prahoe, Bandoeng Vooruit mengajukan anggaran hibah sebesar f5000 ke Dewan Kota. Bataviaasch nieuwsblad, 22-03-1929 melaporkan permohonan itu ditolak. Meski demikian, hal yang menggembirakan bahwa jumlah anggota semakin banyak. Bataviaasch nieuwsblad, 13-04-1929 melaporkan dalam laporan tahunan yang pertama dibuat, Bandoeng Vooruit menyebutkan jumlah anggota pada awal tahun saja sudah mencapai 205 orang. Program pertama di tahun-tahun pertama adalah membuka akses ke Prahoe sudah menunjukkan hasil meski dewan kota dan dewan provinsi menolak memberikan hibah, namun sejumlah individu telah berjanji akan memberi kontribusi termasuk Hotel Preanger sebesar f2000. Posisi keuangan pada tahun 1827 sudah seimbang dan tahun berikutnya penerimaan meningkat sebanyak f13.000 dimana sebesar f12.000 untuk pembiayaan jalan Prahoe. Lalu posisi neraca sekarang surplus sebesar f22.862. Dalam laporan ini juga disebutkan bahwa KLM telah setuju mengubah rute Semarang melalui Bandoeng lebih dahulu. Pengurus Bandoeng Vooruit saat ini adalah WH. Hoogland, voorzitter, Chr. van Hoorgerhuijs, secretaris, GJ. Boom, penningmeester, G. van Galen Last en Ir. Jac. P. Thijsse.

De Sumatra post, 16-07-1932
Akhirnya akses mobil menuju kawah gunung Tangkoeban Prahoe tercapai (De Sumatra post, 16-07-1932). Dalam ekspedisi pertama ini, hampir semua orang ragu apakah mobvil sudah bisa mencapai Prahoe. Tapi keraguan adalah guru yang buruk, dan jadi kami memutuskan untuk menerima tantangan tersebut. Minggu pagi kami meninggalkan Bandoeng dengan mengendarai mobil dengan plat D 6815 yang dikemudikan oleh Mr. Te Kamp yang didampingi mekanik pribumi. Di pos Bandoeng Vooruit kami berhenti dan membayar biaya masuk lalu memulai pendakian sepanjang 4 Km. Ini adalah pionir. Kami berhasil mencapai puncak dengan ketinggian 3.000 meter di bibir kawah. Semua pengunjung terheran-heran, tidak percaya mata mereka ketika mereka melihat mobil sudah ada persis menempel pada bibir kawah. Setelah beberapa foto diambil kami mundur dan kembali. Dan pulangnya tentu sangat mudah.

Program berikutnya yang cukup heboh dari Bandoeng Vooruit adalah memperkaya kota dengan Bandoeng's Zoölogisch Park (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 31-12-1932). Lalu kemudian melangkah lagi dengan program kebun binatang atau De Dierentuin (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 24-12-1932). Dalam perkembangannya program ini menjadi Dierentuin-Plannen (Bredasche courant, 03-01-1933).

Tentu saja program untuk memperkaya kota Bandung dan mempromosikan Kota Bandoeng bahkan ke manca negara tidak pernah berhenti. Dalam waktu dekat Bandoeng Vooruit akan mengadakan konser rakyat dengan mendatangkan de cavaierlemuziek uit Salatlga (Bataviaasch nieuwsblad, 19-01-1933), perbaikan jalan menuju gunung Pawon, mempercantik bukit Dago dan membangun kolam ikan (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 10-03-1933).

Satu hal yang terlupa, kini Dewan Kota (gemeenteraad) sudah agak sedikit mencair dan mulai mendukung program Bandoeng Vooruit (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 30-03-1933). Dewan Kota yang dari dulu kerap menolak, kini berbalik arah mulai tetapi dengan malu-malu mendukung. Boleh jadi selama ini Dewan Kota malu-malu kucing dan meradang. Satu terobosan dewan adalah mengalokasi anggaran untuk kalan akses mobil ke Papandajan-Krater (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 08-06-1933).

Mooi Bandoeng

Bandoeng Vooruit terus menggandakan kekuatannya dengan semakin banyaknya anggota. Promosi Bandung harus terus digalakkan. Untuk memperluas informasi tentang keindahan Bandung dan sekitarnya pada tahun 1933 Bandoeng Vooruit mulai merintis penerbitan majalah bulanan. Sebuah publikasi rutin Bandoeng Vooruit akan segera terbit (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 05-05-1933). Majalan ini akan terbit sekali setiap 14 hari dengan oplah sebanyak 3.000 eksemplar (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 09-06-1933).

Het Vaderland, 22-09-1933
Organ Bandoeng Vooruit yang diberi nama Mooi Bandoeng. ‘Bandoeng bakal heurin koe tangtoeng’. Tidak ada kota di Hindia Belanda yang telah menerapkan propaganda untuk menginformasikan Bandoeng. Sekarang sudah terbit tulisan rapi berjudul Mooi Bandoeng (Bandung Cantik), majalah bulanan dari Bandung dan sekitarnya, organ resmi dari edisi Vereeniging Bandoeng Vooruit yang dicetak AC Nix & Co.  Menampilkan foto-foto menarik mulai dari villa di Bandoeng, taman dan kawasan bukit yang diuraikan dengan cara yang manja. Dalam satu artikel terdapat judul: ‘Waarom terug naar Europa?’ (Mengapa harus kembali ke Eropa?) dan tentu saja tulisan tentang ‘Wat is, wat doet en wat wil Bandoeng Vooruit?’. Hasil wawancara dengan Wali Kota Ir. JEA. von Wolzogen Kuhr, yang intinya ‘setelah membaca majalan bulanan ini, mereka yang masih bertanya-tanya yang berada di luar surga akan dapat jawaban’ (Het Vaderland : staat- en letterkundig nieuwsblad, 22-09-1933).

Itulah kabar uit Bandoeng, motornya adalah Bandoeng vooruit. Majalan bulan yang terus eksis hingga lama telah mengabarkan apa yang cantik-cantik di Preanger. Majalah ini penuh pesona dan mampu menggoda wisatawan untuk datang. Terbukti wisatawan terus meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam edisi 11 Mooi Bandoeng, officieel orgaan der Vereeniging Bandoeng Vooruit terdapat berjudul ‘Uit de Prae-historie van Bandoeng’ sebagai makna khusus dari penemuan beberapa pemukiman di dalam gua batu dekat Bandung Selanjutnya dan beberapa situs dimana wisatawan terutama akan membuat takjub (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie. 12-06-1934).

Bandoeng Vooruit dan Mooi Bandoeng telah menunjukkan partner pemerintah Kota Bandung dalam memperkaya dan mempercatik kota sekaligus mengundang para tamu melalui berbagai promosi. Itulah riwayat Bandoeng. ‘Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga’. Nah, ayeuna, Wali Kota Bandoeng, Ridwan Kamil telah membangkitkan kembali semangat nu bihari. Mungkin masih relevan pada masa ini dengan motto Dari Bandung, Oleh Bandung dan Untuk Bandung. Apakah anda tertarik? Mulai sekarang!


*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

1 komentar:

  1. Artikel yang sangat menarik. Mohon foto pembuatan Hooglandweg menuju Goenoeng Tangkoeban Prahoe-nya di share

    BalasHapus