Nama Rupiah Sebagai Satuan Mata Uang Sudah Dikenal Sejak Dahoeloe Kala (1839): Ini Faktanya!

Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini


Nama uang Indonesia yang sekarang disebut rupiah, asal usulnya tidak diketahui secara pasti. Sebab nama satuan uang yang disebut rupiah sudah ada sejak dahoeloe kala. Lantas kapan satuan uang rupiah dikenal?

Buku De Stuers, 1839
Wikipedia: Pada masa-masa awal kemerdekaan, Indonesia belum menggunakan mata uang rupiah namun menggunakan mata uang resmi yang dikenal sebagai ORI. ORI memiliki jangka waktu peredaran di Indonesia selama 4 tahun, ORI sudah mulai digunakan semenjak 1945-1949. Namun, penggunaan ORI secara sah baru dimulai semenjak diresmikannya mata uang ini oleh pemerintah sebagai mata uang Indonesia pada 30 Oktober 1946.Pada 8 April 1947, gubernur provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera (URIPS). Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru.

Nama mata uang rupiah paling tidak sudah dilaporkan pada tahun 1839 dalam suatu buku kisah karamnya kapal Luitenan Kolonel De Stuers yang disalin oleh PP Roorda van Eysinga yang dicetak Broese & Co di Breda tahun 1839. Dalam kisah itu, setelah kapal mereka karam, ketika ingin menumpang sampan orang lain, mereka urunan uang dengan jumlah nilai yang berbeda-beda dalam satuan rupiah. Kisah ini mengindikasikan bahwa penggunaan uang dengan satuan rupiah sudah menyebar di Hindia Belanda.

Penyebutan nama uang dengan satuan rupiah juga ditemukan dalam buku Handleiding tot de Kennis der Maleische Taal karya JJ De Hollander, 1856; majalah Tijdschrift van het Bataviaasch Genootschap (1858); buku bacaan berjudul Dari Hal Djinis-djinis Elmoe Kepandajan Orang-Airopa (1866).

Buku LK Harmsen, 1875
Penyebutan nama uang dengan satuan rupiah dipertegas oleh LK Harmsen berjudul ‘Bahoewa Ini Kitab Peladjaran Ilmoe Hitoengan yang terbit tahun 1875 tertjitak di Batawi pada pertjetakan Ogilvie & Co. Dengan demikian, penyebutan nama uang dengan satuan rupiah tidak hanya ditemukan dalam masyarakat luas tetapi juga di lingkugan sekolah.

LK Harmsen adalah guru berlisensi Eropa tetapi sangat menguasai bahasa Melayu/ LK Harmsen dipekerjakan dan diangkat pemerintah Hindia Belanda sebagai guru. LK Harmsen selama periode 1879-1883 adalah Direktur sekolah guru (kweekschool) di Padang Sidempoean. LK Harmsen adalah direktur pertama Kweekschool Padang Sidempoean yang dibuka pada tahun 1879. LK Harmsen kemudian digantikan oleh salah satu guru di sekolah tersebut bernama Charles Adrian van Ophuijsen (anak seorang mantan controleur di Afdeeling Natal, 1856-1957). Charles Adrian van Ophuijsen menjadi guru di Kweekschool Padang Sidempoean selama delapan tahun (lima tahun terakhir sebagai direktur). Charles Adrian van Ophuijsen tidak hanya bisa berbahasa Melayu tetapi juga berbahasa Batak. Charles Adrian van Ophuijsen adalah penyusun tatabahasa dan ejaan Melayu yang kelak dikenal sebagai guru besar bahasa Melayu di Universiteit Leiden yang terkenal dengan ejaan van Ophuijsen (sebelum ejaan Soewandi).


*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar