Sejarah Kota Depok (5): Pembangunan Jalur Kereta Api Batavia-Buitenzorg via Depok; Mempersatukan Kembali Orang Eropa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Depok dalam blog ini Klik Disini


Rencana eksploitasi jalur kereta api Batavia dan Buitenzorg akan sangat berdampak luas terutama dalam menghubungkan istana di Bogor dan istana di Batavia; memudahkan transportasi penduduk maupun wisatawan yang ke Buitenzorg juga menjadi saranan angkutan utama barang dan komoditi dari hulu sungai Ciliwung. Pembukaan jalur kereta api Batavia dan Buitenzorg via Depok tidak hanya membuka isolasi Depok dan sekitar yang menjadi jalan kuno sejak era Padjadjaran di sisi barat sungai Tjiliwong, juga menyatukan kembali orang-orang Eropa/Belanda di sepanjang sungai Tjiliwong (Batavia, Depok dan Buitenzorg).

Bataviaasch handelsblad, 29-01-1873
Pada tahun 1861 di Afdeeling Buitenzorg terdapat orang Eropa/Belanda sebanyak 759 orang (lihat Statistiek der Assiten Residentie Buitenzorg, 1861). Di Land Bloeboer (pusat kota Buitenzoeg) sebanyak 250 orang. Semua landerien yang berada di sisi barat sungai Tjiliwong termasuk Depok secara keseluruhan terdapat 372 orang Eropa/Belanda (yang hampir semuanya berada di Land Depok, 350 orang). Sedangkan di sisi timur sungai Tjiliwong hanya terdapat 55 orang Eropa/Belanda.

Eksploitasi kereta api di Batavia dan sekitar akhirnya realisasi pembangunannya dilakukan pada tahun 1869.  Pembangunan jalur kereta api Batavia-Buitenzorg ini ditandai dengan pencangkulan pertama yang dilakukan oleh Gubernur Jenderal pada tanggal 25 October 1869.